Butter or Margarine
mentega-dan-margarin

mentega-dan-margarin

Mentega dan Margarin

Perbedaan mentega dan margarin terletak pada bahan dasar pembuatannya. Bahan dasar mentega (butter) adalah lemak hewani, biasanya dari susu sapi. Sedangkan margarin (margarine) terbuat dari lemak nabati seperti minyak kelapa, jagung, kedelai, dan sebagainya. Margarin merupakan produk tiruan mentega. Karena itu, dibuat dengan rasa, bau, tekstur, dan nilai gizi yang setara dengan mentega.

Lemak dalam mentega dan margarin sangat mudah menyerap rasa serta bau dari makanan lain. Terutama jika disimpan di lemari es. Karena itu, hendaknya disimpan dalam wadah tertutup atau dibungkus bahan kemas yang kedap udara (semisal aluminium foil).

Mentega dan margarin bukan media yang baik bagi pertumbuhan mikroba. Sebab, kadar air mereka rendah. Meski begitu, ada jenis jamur yang masih mungkin tumbuh di permukaan mentega atau margarin.

Sebaiknya tidak menyimpan mentega dan margarin di suhu ruangan atau suhu kamar (28 – 30 derajat). Sebab suhu tersebut mendekati titik cair lemak. Lemak cair umumnya lebih mudah bereaksi dengan zat lain sehingga mentega atau margarin jadi rusak. Selain itu, suhu kamar juga cocok untuk pertumbuhan mikroba.

Idealnya, simpan mentega dan margarin di lemari es. Bila sudah terbuka, bisa bertahan beberapa minggu. Untuk penyimpanan berbulan-bulan, simpan di freezer.

Tips
ikan-segar

ikan-segar

Ciri-ciri Ikan Segar

1. Warna kulit terang. tidak lebam.
2. Masih bersisik. dengan sisik yang melekat erat, tidak mudah rontok.
3. Mata masih terang . jernih, tidak suram.
4. Daging masih elastis/kenyal. Bila dipencet tidak berbekas.
5. Insang merah segar dan tidak berbau.
6. Tidak terdapat lendir berlebih di permukaannya.
7. Tidak berbau busuk, asam, atau bau busuk lainnya.
8. Tenggelam jika dimasukkan dalam air.

Urut-urutan prioritas dalam memilih ikan:
✓ Ikan yang dijual dalam keadaan hidup.
✓ Ikan segar yang disimpan dalam suhu 4 derajat Celsius.
✓ Ikan beku dari ikan segar yang sudah mengalanii proses pencucian dan pembersihan.
✓ Ikan bersih yang dijual tanpa pencucian.

Daging
bagian-bagian-daging

bagian-bagian-daging

Bagian-bagian Daging

1. Leher
Dijual dalam bentuk dadu atau digiling. Sangat lezat dan menghasilkan kuah yang gurih bila digodok perlahan.

2. Clod
Digunakan seperti bagian leher.

3. Chuck (Paha Depan)
Dijual dalam kemasan dadu, disayat dan digiling. Perlu dimasak lama. Cocok digunakan untuk masakan empal, semur, sup, kari, dan abon.

4. Blade (Daging Punuk)
Daging paha ini memiliki banyak jaringan ikat sehingga lebih cocok digunakan untuk masakan yang memasaknya membutuhkan waktu lama. Dijual dalam bentuk potongan. Cara memasaknya dengan diungkep atau bentuk dadu untuk steak, empal, semur, dan isi pie.

5. Ribs (Iga)
Seluruh iga terdiri atas 13 potong. Tiga iga pertama bersambung dengan daging punggung dan tulang-tulangnya dihilangkan. Iga depan adalah empat iga pertama, biasanya dipanggang atau dimasak sekaligus dengan tulangnya. Tapi bisa juga dibuang tulangnya lalu digulung. Iga belakang adalah ketiga iga berikut. Tulangnya tidak besar tetapi rasanya sama sedapnya seperti iga depan. Iga samping adalah potongan yang besar, mahal, dan empuk, dengan tiga iga terakhir da sebagian lemusir.

6. Sirloin (Lemusir/has luar)
Potongan atas yang empuk yang bisa dipanggang dalam oven atau di atas api. Potongan yang mahal ini juga mencakup porterhouse, T-Bone, dan fillet steak.

7. Rump (Pantat)
Letaknya di sebelah sirloin di atas paha. Daging ini juga cocok untuk steak, dengan harga yang lebih murah, daging grill dan digoreng. Selain lunak, keharumannya pun cukup membangkitkan selera.

8. Topside dan Silverside
Topside adalah potongan tidak berlemak, sebaiknya dipanggang tidak terlalu matang (rare). Silverside (gandik) bisa dihidangkan segar atau diasin, dimasak poach, diungkep atau dipanggang perlahan-lahan.

9. Leg (Sengkel)
Dagingnya tidak berlemak, disayat atau dipotong dadu untuk dipakai dalam kaserol, semur, sup, atau rawon.

10 dan 11. Flank (Samcan)
Adalah daging yang berurat kasar dan harganya murah. Dijual dalam bentuk sayatan atau dadu. Digunakan untuk stew, kornet, rawon, atau soto.

12. Top Rib (Iga atas)
Tak berlemak, dijual tanpa tulang atau digulung diasin atau segar.

13. Brisket (Sandung Lamur)
Bagian perut bawah sapi ini adalah bagian daging yang paling beraroma, empuk, dan berlemak. Daging ini sangat baik dimasak lama. Daging sandung lamur cocok dimasak untuk kornet, sup, atau rawon.

14. Shin (Kaki Depan)
Dijual dalam bentuk dadu atau disayat. Daging ini memerlukan waktu masak yang lebih lama.